LangitKetujuh OS | L7 OS | Belajar Linux Pemula | Linux Indonesia



Salam Indonesia Belajar!!!

Apa itu Llinux? Apa itu LangitKetujuh OS?

Video ini memberikan panduan instalasi serta ulasan LangitKetujuh OS atau biasa disingkat sebagai L7 OS | L7OS.

Seperti nampak dari namanya, distro Linux yang satu ini dikembangkan oleh tim developer dari Indonesia. LangitKetujuh OS diturunkan dari Void Linux, salah satu distro rolling release yang dikenal karena tingkat stabilitas dan kecepatannya. Kami pribadi berpendapat bahwa pemilihan Void Linux sebagai base system sangatlah tepat. Perpaduan antara keterbaruan software, stabilitas, dan juga kecepatan.

LangitKetujuh OS menargetkan pengguna dari segment desainer, ilustrator, animator, publisher, fotografer, font kreator dan game desainer. Tetapi sejauh pengalaman kami dalam menggunakan LangitKetujuh OS selama satu minggu ini, kami berpendapat bahwa LangitKetujuh juga sangat ideal digunakan oleh software engineer dan juga data scientist.

KDE Plasma adalah Desktop environment yang diusung secara default oleh LangitKetujuh OS. Tetapi bagi kalian yang bukan pengguna KDE Plasma, kalian tidak perlu khawatir karena repository LangitKetujuh OS juga menyertakan sejumlah pilihan desktop environment lain seperti gnome, mate, xfce, cinnnamon, dan lxqt.

Sebagai turunan dari Void Linux, LangitKetujuh OS juga mengusung xbps sebagai package manager. XBPS ini kependekan dari X Binary Package System.

Sama halnya dengan Void Linux, LangitKetujuh OS juga menawarkan dua pilihan c library, yaitu glibc dan musl. Lalu apa perbedaan keduanya? glibc atau GNU Lib C merupakan c library yang diusung oleh kebanyakan distro Linux pada umumnya. Sedangkan musl adalah c library yang lebih efisien dalam penggunaan resources bila dibandingkan glibc. Hanya saja terdapat beberapa keterbatasan dari musl, yang pertama adalah, musl tidak mendukung arsitektur 32 bits. Lalu yang kedua adalah, musl tidak mendukung aplikasi non-free. Jadi kalau kalian menggunakan driver nonfree atau aplikasi non-free, maka sebaiknya kalian tidak menggunakan musl. Kami pribadi menggunakan musl karena memang ingin bereksplorasi, dan sejauh ini kami sangat puas dengan performanya. Untuk aplikasi nonfree seperti zoom, spotify, ataupun steam, kalian tidak perlu khawatir karena kita masih bisa mendapatkannya dengan memanfaatkan flatpak.

Oh ya guys, karena berbasis void linux, LangitKetujuh OS juga tidak menggunakan systemd, melainkan menunggunakan runit yang sebenarnya jauh simple dan efisien.

00:00 – Intro
00:53 – Persiapan Virtual Machine | Virt-Manager
03:09 – Panduan instalasi LangitKetujuh OS | L7 OS | L7OS
19:24 – Informasi menarik seputar LangitKetujuh OS | L7 OS | L7OS
24:59 – Ulasan LangitKetujuh OS | L7 OS | L7OS
26:58 – Ulasan homepage LangitKetujuh OS | L7 OS | L7OS
36:36 – Pengenalan xbps Package Manager

Bagi teman-teman yang tertarik, silakan untuk bergabung juga dengan Discord server Indonesia Belajar: https://discord.com/invite/ybWmMHCfrQ

Pertanyaan terkait ulasan dalam video ini dapat disampaikan pada kolom komentar di bawah ini. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk merespon setiap pertanyaan yang diajukan.

Links terkait:
– Homepage LangitKetujuh OS: https://langitketujuh.id/
– Komunitas LangitKetujuh OS: https://t.me/langitketujuh_group
– Video Pengenalan FOSS: https://youtu.be/OwXZwIs0vAU
– Distrowatch: https://distrowatch.com

Keywords:
– Linux Indonesia
– Instalasi Linux Pemula
– Review Linux
– Ulasan Linux
– Belajar Linux Pemula
– Belajar Linux Dasar
– Tutorial Linux Pemula
– FOSS Indonesia
– Open Source Indonesia
– LangitKetujuh OS
– Langit Ketujuh OS
– L7 OS | L7OS
– Linux untuk desain grafis
– KDE Plasma Desktop

#LangitKetujuhOS #LangitKerujuh #L7OS

19 thoughts on “LangitKetujuh OS | L7 OS | Belajar Linux Pemula | Linux Indonesia

  1. Akhirnya,OS favorit ku di-review juga,Semoga OS ini semakin berkembang pesat dengan dukungan driver yang sangat luas bahkan mampu menyaingi OS non free dan non open source,disertai dukungan developer yang sangat ramah terhadap user Linux pemula,dan memiliki komunitas yang anti bully.

  2. Izin bertanya. Karna L7OS ini berbasis void linux, apakah bisa memungkinkan melakukan instalasi manual sesuai dengan dokumentasi di void linux? Kesukaan saya dari void linux adalah init style yg simpel, dan juga support untuk filesystem zfs yg lebih baik dari distro lain, karna ada ZFSBootmenu di repo utamanya. Tpi kekurangan dari void linux, repository nya masih belum mature, tier 1 repo nya jauh jauh negaranya. Tier 2 repo nya cukup ketinggalan update dan kadang ga stabil karna reponya juga lagi sync ke repo tier 1. Semoga kedepannya support untuk void semakin banyak dan bisa terkenal kyk arch linux. Jadi penasaran apa yg membuat developer L7OS ini menggunakan void linux sebagai base dibandingkan arch

  3. Yg dibutuhkan dukungan teknis yg berbahasa Indonesia karena ini masalah terbesar, mencari pemecahan masalah di internet butuh waktu lama dan kadang tidak berhasil

  4. Boleh juga tuh musl, jadi yg benar-benar penganut free software bisa bebas dari proprietary software dan driver.
    Saat ini saya memang belajar di Arch Linux dahulu, buat membiasakan diri dengan rolling release. Tahun depan, saya bakal memakai L7OS sebagai main driver. Makasih atas reviewnya.
    Oh ya, L7OS support dengan custom kernel? (linux-zen, linux-lts).
    Kalau dikostumisasi gak merusak sistem kan? (Saya mau ganti DE nya nanti dan membersihkan beberapa aplikasi yang tidak terpakai hehe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.