Elementary OS 6 Odin | Belajar Linux Pemula | Linux Indonesia



Salam Indonesia Belajar!!!

Apa itu Llinux? Apa itu Elementary OS?

Video ini memberikan panduan instalasi serta ulasan Elementary OS 6 Odin.

Elementary OS 6 ini direlease pada bulan Agustus 2021 dengan nama release Odin. Ini merupakan distro Linux turunan dari Ubuntu LTS 20.04. Oleh karenanya Elementary OS juga memiliki tingkat stabilitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Sesuai dengan namanya elementary yang berarti dasar, distro Linux yang satu ini memang menargetkan pengguna awam tanpa mensyaratkan kemampuan teknis apapun terkait sistem operasi. Berbeda dengan Ubuntu yang juga menargetkan penggunaan di sisi server, Elementary OS sepenuhnya berfokus pada perangkat di sisi client seperti laptop dan komputer desktop.

Untuk desktop environment, Elementary OS mengusung Pantheon; sebuah desktop environment yang dibangun secara khusus oleh tim developer dari Elementary OS. Selain tampilan user interface yang elegan; user experience yang ditawarkan oleh Elementary OS ini bisa dibilang menyerupai Mac OS.

Elementary OS juga mengusung model pay what you want; Dengan model ini, pengguna Elementary OS akan diminta donasi yang sifatnya sukarela sebelum dapat melanjutkan ke proses download installer. Yang perlu ditekankan di sini adalah, donasi yang diminta bersifat sukarela, dan kita masih diijinkan untuk memberikan donasi $0 alias gratis. Dengan model pay what you want ini sebenarnya kita kembali diingatkan pada filosofi dasar dari Free Software, di mana kata free di sini bukan berarti gratis melainkan freedom atau kebebasan.

Terkait penamaan release, tahukah kalian bahwa Elementary OS mengusung nama dewa atau dewi mitologi. Sebagai contoh untuk Elementary OS 6 ini mengusung nama Odin yang merupakan salah satu dewa dalam mitologi eropa. Pantheon sebagai desktop environment yang diusung oleh Elementary OS juga mengadopsi penamaan dari mitologi yunani. Di mana Pantheon merupakan kuil dalam mitologi Yunani.

00:00 – Intro
00:54 – Persiapan Virtual Machine | Virt-Manager
03:34 – Panduan instalasi Elementary OS
06:21 – Informasi menarik terkait Elementary OS
07:29 – Post Installation
11:28 – Pengaturan resolusi layar monitor
12:44 – Application menu
16:04 – Calendar | Date & Time Settings
18:26 – System Tray
19:25 – Top Panel Transparency
19:52 – Pengaturan Dock | Plank
22:11 – App Center
24:20 – System update dengan App Center
25:12 – Menyertakan Flathub repository ke App Center
28:16 – Instalasi aplikasi dengan App Center
29:16 – Pengenalan Fondo
30:51 – Reparasi App Center | Reparasi Flatpak | Flatpak Repair
33:04 – Instalasi aplikasi dengan apt install
35:43 – Ulasan File Manager
39:49 – Tiling window pada Pantheon Desktop
41:10 – Keyboard shortcut
43:43 – System Setting
49:26 – Kesimpulan Elementary OS 6 Odin

Bagi teman-teman yang tertarik, silakan untuk bergabung juga dengan Discord server Indonesia Belajar: https://discord.com/invite/ybWmMHCfrQ

Pertanyaan terkait ulasan dalam video ini dapat disampaikan pada kolom komentar di bawah ini. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk merespon setiap pertanyaan yang diajukan.

Links terkait:
– Homepage Elementary OS: https://elementary.io/
– Komunitas Elementary OS Indonesia: https://t.me/elementaryID
– Video Pengenalan FOSS: https://youtu.be/OwXZwIs0vAU
– Distrowatch: https://distrowatch.com

Keywords:
– Linux Indonesia
– Instalasi Linux Pemula
– Review Linux
– Ulasan Linux
– Belajar Linux Pemula
– Belajar Linux Dasar
– Tutorial Linux Pemula
– FOSS Indonesia
– Open Source Indonesia
– Elementary OS Indonesia

#ElementaryOS #Linux #LinuxIndonesia

11 thoughts on “Elementary OS 6 Odin | Belajar Linux Pemula | Linux Indonesia

  1. Pak ada saran buat Meet The Expert episode berikutnya bahas Process Mining pak, mata kuliah baru di Sistem Informasi yang masih jarang dibahas di YouTube

  2. Saran bang. Bisa kok bikin tutorial dual boot menggunakan VM. Windows ada free license, dan lisensi home atau pro tidak berdampak apa apa terhadap proses implementasi dual boot.

    Tpi saya sarankan menggunakan block partisi dengan virtIO driver untuk proses instalasi pada VM lebih cepat.

    Lalu untuk VM berbasis linux, akan lebih baik menggunakan driver graphic virgl dibandingkan menggunakan qxl karna performanya lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.